RENCANA KEGIATAN
A.DASAR PEMIKIRAN
Minangkabau adalah sebuah etnik, yang adat dan budayanya bercirikan masyarakat Islam, adat dan budaya serta aturan yang berlaku mesti sesuai dengan ajaran Islam yang didalam tambo adat alam minang kabau disebutkan “ adat basandi syara dan syara basandi kitabullah” ungkapan ini menegaskan bahwa adat istiadat, adat nan teradat, dan adat yang diadatkan harus dan wajib sesuai dengan syariat Islam. Karena itulah adat nan sabana adat, adat nan kewinan datang dari Rasullullah S.A.W. yang sesuai dengan syariat islam adalah ajaran yang bersumber dari kitabullah yaitu Al – Qur’an dan sunah rasul “syara mangato adat mamakai “ artinya setiap aturan syariat islam wajib menjadi rujukan adat yang berlaku dalam masyarakat minangkabau.
Kejayaan masyarakat Minangkabau masa lalu adalah ketika mereka masih memiliki komitmen yang kuat terhadap filsafat hidup dan jati dirinya sebagai orang minang., serta mereka memiliki semangat religius yang tinggi.adalah aib dan memalukan jika ada anak kemenakan orang minang tidak memahami dan mengamalkan Islam sebagai agama dan keyakinan. Pada masa itulah lahir anak-anak minangkabau yang tampil sebagai pionir dan lokomotif bangasa, sebut saja sederetan nama-nama Haji Agus Salim, Natsir, Hatta, Hamka, Yamin, dan lainnya, menyebut nama-nama besar tersebut bukan berarti kita hanya bangga dengan masa lalu kita menyebut sejarah masa lalu akan menjadi pijakan kita untuk merenda masa depan.
Masyarakat Minangkabau dewasa ini sudah banyak berubah sesuai pila dengan perubahan waktu dan masa, sakali aia gadang sakali tapian barubah jalan lah dialiah urang lalu, cupak alah dituka urang mangaleh, hai ini terlihat dari gejala sehari-hari, suarau alah banyak nan langang, musajik dibangun indah dan menarik tapi jauh dari jamaah, ninik mamak tampak bilo lah ado acara baralek atau ketika ada acara-acara resmi “mereka dipajang memakai pakaian adat” itu sebagai tanda bahwa kita masih ber adat, ada yahg lebih tragis lagi memberikan gelar adat kepada tokoh-tokoh, yang dicarikan alasan-alasan untuk mendapatkan gelar adat, bukankah kita sub kultur yang sangat trampil mencari ribuan alasan ?
Untuk itulah perlu duduk bersama dalam sebuah seminar dan lokakarya, ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai sebagai tungku tigo sajarangan, untuk mangambang yang talipek, mambangkik batang tarandam merajut masa depan dalam kehidupan yang berlandaskan adat basandi syara dan syara basandi kitabbullah.
B. NAMA KEGIATAN
Seminar dan loka karya masyarakat adat minangkabau, dengan tema “mangambang nan talipek mambangkik batang tarandam masyarakat adat minangkabau berlandaskan adat basandi syara dan syara basandi Kitabullah menuju masyarakat yang madani”.
Sub tema : Sikap moral terhadap tanah ulayat, dan menjadikan gerakan kembali ke suaru adalah gerakan sepenuh hati masyarakat Minangkabau.
C. TUJUAN
Menkaji permasalahan adat di Minangkabau, meluruskan yang bengkok dengan cara tidak membengkokkan yang lurus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar